Penyesuaian Jadwal Kapal Ro-Ro Telaga Punggur–Tanjung Uban Demi Layanan Lebih Optimal

Senin, 12 Januari 2026 | 10:17:39 WIB
Penyesuaian Jadwal Kapal Ro-Ro Telaga Punggur–Tanjung Uban Demi Layanan Lebih Optimal

JAKARTA - Jadwal keberangkatan kapal roll on–roll off (Ro-Ro) rute Pelabuhan Telaga Punggur–Tanjung Uban resmi disesuaikan. Mulai Minggu, 11 Januari 2026, kapal diberangkatkan setiap 1 jam 15 menit, lebih cepat dibanding usulan awal per 1 jam 30 menit.

Syahbandar Pelabuhan Telaga Punggur, Deni Cahyadi, menyatakan perubahan jadwal disepakati setelah mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan. Salah satu faktor utamanya adalah lamanya waktu sandar kapal jika jadwal terlalu renggang.

“Awalnya memang diusulkan per satu jam 30 menit. Namun melihat kapal terlalu lama sandar, akhirnya disetujui keberangkatan per satu jam 15 menit dan sudah mulai berlaku,” ujar Deni.

Penyesuaian jadwal ini bersifat sementara dan fleksibel. Deni menambahkan, kondisi perairan Batam–Bintan yang belum sepenuhnya kondusif menjadi pertimbangan utama kebijakan ini.

“Perubahan ini tidak bersifat permanen. Kalau kondisi cuaca dan pelayaran normal, jadwal akan dievaluasi kembali,” jelasnya.

Armada dan Layanan Penyeberangan yang Disiapkan

Berdasarkan jadwal operasional yang ditetapkan Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur BPTD Kelas II Kepulauan Riau, sejumlah kapal Ro-Ro melayani lintasan Telaga Punggur–Tanjung Uban. Operasional dimulai pukul 06.00 WIB hingga malam hari secara bergantian antar kapal.

Armada yang dioperasikan mencakup KMP Niaga Ferry II, KMP Mulia Nusantara, KMP Tanjung Burang, dan KMP Trisakti Adinda. Selain rute Tanjung Uban, pelabuhan juga melayani penyeberangan ke Tanjung Balai Karimun dan Mengkapan Buton melalui kapal KMP Teluk Singkil dan KMP Lome yang dikelola ASDP.

Penetapan jadwal ini mengacu pada Surat Kepala BPTD Kelas II Kepulauan Riau Nomor AP005/1/2/BPTD-KEPRI/2026 tertanggal 9 Januari 2026. Surat tersebut menegaskan penyesuaian jam keberangkatan agar operasional lebih efisien dan aman.

Deni menekankan bahwa penyesuaian jadwal tidak merugikan penumpang. Sistem penjualan tiket, terutama tiket daring, sudah disesuaikan dengan jam keberangkatan terbaru untuk mencegah penumpukan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan operator kapal. Penumpang tidak akan terganggu karena seluruh jadwal telah disesuaikan secara sistematis,” tambah Deni.

Upaya Optimalisasi Layanan dan Penyesuaian Kapal

Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi layanan penyeberangan. Dengan keberangkatan setiap 1 jam 15 menit, waktu sandar kapal lebih efektif, sehingga arus penumpang dan kendaraan bisa lebih lancar.

Jumlah kapal Ro-Ro yang beroperasi saat ini berkurang menjadi 11 kapal dari sebelumnya 13 kapal. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi pelayaran yang masih fluktuatif di wilayah Kepulauan Riau.

Deni mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan untuk selalu memantau informasi resmi dari pihak pelabuhan. Hal ini penting karena kondisi cuaca di perairan Kepri masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Dengan koordinasi intens antara pelabuhan dan operator kapal, penyesuaian jadwal tetap menjaga kenyamanan penumpang. Penataan arus keberangkatan juga mengurangi risiko kemacetan di dermaga serta memaksimalkan efisiensi waktu perjalanan.

Fleksibilitas Jadwal dan Komitmen Layanan ASDP

Perubahan jadwal ini menunjukkan fleksibilitas pelabuhan dalam menanggapi kondisi nyata di lapangan. Penyesuaian dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang sekaligus memastikan kapal beroperasi sesuai kapasitas optimal.

Keputusan ini juga menjadi strategi untuk menyeimbangkan arus penumpang dan kendaraan pada jam sibuk. Dengan demikian, seluruh layanan penyeberangan tetap terkendali meski terjadi lonjakan penumpang di pagi dan sore hari.

Deni menekankan bahwa seluruh kebijakan akan terus dievaluasi sesuai situasi. Bila cuaca dan kondisi perairan memungkinkan, jam keberangkatan bisa kembali diperpanjang atau disesuaikan demi kenyamanan pengguna jasa.

Pelabuhan Telaga Punggur berkomitmen menjaga layanan tetap aman, nyaman, dan andal. Penyesuaian operasional seperti ini menjadi contoh adaptasi nyata untuk menghadapi fluktuasi mobilitas masyarakat di Kepulauan Riau.

Dengan penyesuaian jadwal ini, masyarakat dapat menikmati layanan Ro-Ro lebih efisien. Koordinasi antar pihak terkait, pengaturan tiket, dan monitoring kondisi lapangan memastikan setiap perjalanan berlangsung lancar dan aman.

Langkah fleksibel ini juga mencerminkan kesiapan pelabuhan menghadapi dinamika mobilitas harian. Penumpang bisa tetap merencanakan perjalanan tanpa khawatir tertinggal atau menghadapi antrean panjang di dermaga.

Terkini